Analisa Singkat Bentuk Huruf
Desain Grafis, bagi saya merupakan bidang yang penuh dengan tantangan kreatif dan artistik. Sudah sepantasnya desainer grafis dapat memecahkan masalah komunikasi yang dimandatkan kepadanya dan dapat melahirkan rancangan yang menyentak, menggugah, mengganggu ataupun bahkan memaksa pemirsanya menangkap gagasan tertentu yang sanggup membangkitkan emosi, logika atau keinginan tertentu. Pada umumnya, desainer grafis banyak memanfaatkan gambar, foto, simbol dan berbagai bentuk bahasa serta elemen visual. Seringkali, bentuk-bentuk komunikasi visual ini dilengkapi dengan kehadiran huruf (font).Para desainer grafis juga sering ditugaskan mengatur tata rupa ataupun letak dari suatu uraian verbal berupa teks atau uraian kata-kata dan kalimat yang sangat panjang dalam halaman-halaman yang sangat banyak. Huruf di sini bukan lagi merupakan pelengkap suatu statement visual, tetapi sudah menjadi sajian utama komunikasi grafis yang berbentuk buku, katalog dan brosur. Baik sebagai pelengkap suatu bentuk komunikasi visual, maupun sebagai unsur utama, huruf memainkan peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu bentuk seni komunikasi grafis.
Berdasarkan penjelasan dari buku Tipografi Dalam Desain Grafis, saya akan mengurai kembali tentang analisis bentuk huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf juga memiliki berbagai organ yang berbeda. Setiap bentuk huruf dalam alfabet memiliki keunikan bentuk fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘H’ dengan ‘S’ atau ‘x’ dengan ‘p’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain.
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah dengan memahami atau mengenali anatomi huruf. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Komponen visual yang umum digunakan dan terstruktur dalam fisik huruf adalah:
Baseline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian terbawah dari setiap huruf besar.
Capline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf besar.
Meanline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas bagian teratas dari badan setiap huruf kecil.
x-Height - Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline. X-height merupakan tinggi dari badan huruf kecil. Cara yang termudah mengukur ketinggian badan huruf kecil adalah dengan menggunakan huruf ‘x’.
Ascender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di antara meanline dan capline.
Descender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah baseline.
Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character (karakter). Seluruh karakter secara optis rata dengan baseline.
Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap karakter, apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.
Sedangkan garis pembuka dari stroke disebut serif. Huruf yang tidak memiliki serif disebut sebagai huruf sans serif.
Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).
Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi 4 kelompok besar, yaitu:
1. Kelompok garis tegak-datar.
2. Kelompok garis tegak-miring.
3. Kelompok garis tegak-lengkung.
4. Kelompok garis lengkung.
Eureka!!
Berdasarkan penjelasan dari buku Tipografi Dalam Desain Grafis, saya akan mengurai kembali tentang analisis bentuk huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf juga memiliki berbagai organ yang berbeda. Setiap bentuk huruf dalam alfabet memiliki keunikan bentuk fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘H’ dengan ‘S’ atau ‘x’ dengan ‘p’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain.
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah dengan memahami atau mengenali anatomi huruf. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Komponen visual yang umum digunakan dan terstruktur dalam fisik huruf adalah:

Baseline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian terbawah dari setiap huruf besar.
Capline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf besar.
Meanline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas bagian teratas dari badan setiap huruf kecil.
x-Height - Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline. X-height merupakan tinggi dari badan huruf kecil. Cara yang termudah mengukur ketinggian badan huruf kecil adalah dengan menggunakan huruf ‘x’.
Ascender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di antara meanline dan capline.
Descender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah baseline.
Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character (karakter). Seluruh karakter secara optis rata dengan baseline.
Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap karakter, apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.

Sedangkan garis pembuka dari stroke disebut serif. Huruf yang tidak memiliki serif disebut sebagai huruf sans serif.
Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).
Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi 4 kelompok besar, yaitu:
1. Kelompok garis tegak-datar.2. Kelompok garis tegak-miring.
3. Kelompok garis tegak-lengkung.
4. Kelompok garis lengkung.
Eureka!!




0 komentar:
Posting Komentar