23 Mei 2009

dino luna tita jojo rino adi

Kelar sudah pembuatan 6 ikon untuk kita cantumkan di setiap point project PBM (Panduan Belajar Mandiri). 6 karakter tersebut kita beri nama Dino yang jago eksplorasi sains, Luna yang pandai banget berhitung, Tita? wow skor toefl-nya diatas rata-rata, Jojo yang selalu berbahasa Indonesia dengan benar, Rino yang tingkat sosialnya sangat tinggi, dan Adi yang cinta dan bangga sekali dengan kewarganegaraannya, Indonesia. Semuanya dikemas dengan mimik yang sangat kocak, nano-nano deh..
so, which one of those character were look like you?Buat Wotto 'DJ', biar tidak garing, kasih cipratan mejikuhibiniu-nya wokey!!
Dan buat si ilustrator Nug 'negro'.., gila aja kau!!

16 Mei 2009

Analisa Singkat Bentuk Huruf

Desain Grafis, bagi saya merupakan bidang yang penuh dengan tantangan kreatif dan artistik. Sudah sepantasnya desainer grafis dapat memecahkan masalah komunikasi yang dimandatkan kepadanya dan dapat melahirkan rancangan yang menyentak, menggugah, mengganggu ataupun bahkan memaksa pemirsanya menangkap gagasan tertentu yang sanggup membangkitkan emosi, logika atau keinginan tertentu. Pada umumnya, desainer grafis banyak memanfaatkan gambar, foto, simbol dan berbagai bentuk bahasa serta elemen visual. Seringkali, bentuk-bentuk komunikasi visual ini dilengkapi dengan kehadiran huruf (font).
Para desainer grafis juga sering ditugaskan mengatur tata rupa ataupun letak dari suatu uraian verbal berupa teks atau uraian kata-kata dan kalimat yang sangat panjang dalam halaman-halaman yang sangat banyak. Huruf di sini bukan lagi merupakan pelengkap suatu statement visual, tetapi sudah menjadi sajian utama komunikasi grafis yang berbentuk buku, katalog dan brosur. Baik sebagai pelengkap suatu bentuk komunikasi visual, maupun sebagai unsur utama, huruf memainkan peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu bentuk seni komunikasi grafis.
Berdasarkan penjelasan dari buku Tipografi Dalam Desain Grafis, saya akan mengurai kembali tentang analisis bentuk huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf juga memiliki berbagai organ yang berbeda. Setiap bentuk huruf dalam alfabet memiliki keunikan bentuk fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘H’ dengan ‘S’ atau ‘x’ dengan ‘p’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain.
Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah dengan memahami atau mengenali anatomi huruf. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Komponen visual yang umum digunakan dan terstruktur dalam fisik huruf adalah:
Baseline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian terbawah dari setiap huruf besar.
Capline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf besar.
Meanline - Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas bagian teratas dari badan setiap huruf kecil.
x-Height - Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline. X-height merupakan tinggi dari badan huruf kecil. Cara yang termudah mengukur ketinggian badan huruf kecil adalah dengan menggunakan huruf ‘x’.
Ascender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di antara meanline dan capline.
Descender - Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah baseline.
Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character (karakter). Seluruh karakter secara optis rata dengan baseline.
Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap karakter, apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.
Sedangkan garis pembuka dari stroke disebut serif. Huruf yang tidak memiliki serif disebut sebagai huruf sans serif.
Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).
Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi 4 kelompok besar, yaitu:

1. Kelompok garis tegak-datar.
2. Kelompok garis tegak-miring.
3. Kelompok garis tegak-lengkung.
4. Kelompok garis lengkung.
Eureka!! B-)

Kesabaran

Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, namun terdapat pula lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik. Dalam dunia yang serba instan dan segera ini, layak sekali bagi teman untuk melihat bagaimana melakukan sesuatu yang secara sepantasnya.
Terburu-buru dan ketidaksabaran adalah bisa berakibat fatal dan rentan terhadap kesalahan. Pelajarilah nilai kesabaran. Sekalipun teman-teman merasakan seperti tertinggal jauh di belakang, tetapi dengan usaha yang terukur, giat dan tekun, lebih mungkin teman-teman akan berada di posisi depan.
Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan. Kesabaran berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil di masa depan. Kesabaran berfokus pada hasil terbaik, bukan pada hasil tercepat atau termudah. Kesabaran berarti mengerti bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.
Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah. Siapa yang mencari hasil segera, akan segera pula kehilangan hasilnya. Itupun kalau mereka bisa mendapatkan hasil.
Memang butuh makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi kembali lagi, teman-teman sendiri yang akan menikmati hasilnya.
Teman, selamat bersabar ! :P

15 Mei 2009

sekilas tentang ‘Spirit of Java’

Apakah seratus penjelasan cukup untuk menggambarkan kota ini? Tidak. Kota ini sebenarnya sederhana tetapi punya beribu kesan jika coba ditelusuri tiap jalannya.
Putri Solo? Ya, saya pernah terpesona atas keanggunan dan daya tarik mereka yang penuh misteri dan berbeda dengan putri dari kota lainnya. Apa bedanya? Terlalu rumit untuk dijelaskan dengan tulisan. Hehehe..
Kuliner? Rasanya sangat berbeda dengan jajanan di kota lain. HIK (Hidangan Istimewa Kampung, suatu hidangan kaki lima yang biasanya ditemui di sudut atau jalan kampung di Solo) selalu menjadi andalan pelajar, mahasiswa, pengunjung, dan masyarakat Kota Batik ini. HIK menjual nasi kucing, sate puyuh, tempe bacem, dll. Apalagi sebelum disantap, dibakar terlebih dahulu di atas arang tempat memanaskan teh ataupun minuman wedang lainnya, terasa 'ajib' kekhasan jajanan kampungnya.
Jangan lupa juga untuk menjajal pecel kota ini. Jika anda penasaran, penulis menyarankan untuk mencoba Pecel Bu Broto di Kampus UNS yang selalu habis pada siang hari. Atau nasi liwet dan ceker ayam. Sebagai informasi, biaya makan di kota ini sangat terjangkau dan lebih terjangkau lagi jika anda berbelanja atau jajan di daerah sekitar kampus UNS, TBS, atau ISI Solo. Murah dan banyak tontonan budaya gratis!
Tempat lain yang tak kalah menarik adalah Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Untuk menuju ke Kasunanan anda harus melewati alun-alun yang ramai penjual buku bekas, optik, batik yang bahkan akan lebih ramai lagi jika ada Sekaten. Jangan lupa pula dengan Pasar Klewer yang menjual batik dan aneka dodol/krasikan.
Kerbau putih? Sederhananya, mereka adalah pusaka penjelmaan Kyai Slamet yang diarak keluar setahun sekali dan bahkan kotorannya diperebutkan banyak orang. Penasaran kan?
Cobalah berjalan di Jalan Sudirman Solo yang menjadi lokasi berkumpulnya bangunan kolonial seperti BI, Gereja GPIB Penabur, bahkan Benteng Vastenburg yang terlupakan.
Olah raga? Libur atau tidak, pagi atau sore hari sempatkan untuk berjalan-jalan dengan keluarga atau kekasih di Stadion Manahan.
Tempat lain yang berkesan adalah Stasiun Solobalapan, Purwosari, dan Jebres. Entah kenapa stasiun-stasiun ini berkesan karena kebanyakan orang berpisah di stasiun kereta tsb. Bahkan ada kereta jurusan Solo-Wonogori PP yg masih melintas di tengah jalan protokol (semacam trem di negara-negara barat). Bahkan stasiun kereta ini dijadikan lagu yang menjadi hit oleh Didi Kempot masih saudara dengan Mamik Srimulat.
Pegunungan? Tidak perlu repot, ke arah timur kota ini dengan sekitar 2 jam perjalanan, anda akan sampai di suatu tempat bernama Tawangmangu di kaki Gunung Lawu.
Untuk transportasi anda bisa mencoba naik bis mini yang jalurnya melewati jalanan utama dan Solo.
Mau tontonan lagi? Silahkan dateng ke Sriwedari deh.
Menginap? Bacpacker kok repot. Coba aja hubungi Wisma Tamu atau Asrama UNS yang bisa memberikan kemurahan dalam menginap. Kalo pengen gratis, bisa menempati pondok kost saya yang tidak saya huni akhi-akhir ini namun masih saya pakai jika saya berkunjung ke Solo. 100% yourz !!
Merzi Boku Solo ! :)

  © Blogger template por Emporium Digital 2008

Voltar para o TOPO