15 Mei 2009

sekilas tentang ‘Spirit of Java’

Apakah seratus penjelasan cukup untuk menggambarkan kota ini? Tidak. Kota ini sebenarnya sederhana tetapi punya beribu kesan jika coba ditelusuri tiap jalannya.
Putri Solo? Ya, saya pernah terpesona atas keanggunan dan daya tarik mereka yang penuh misteri dan berbeda dengan putri dari kota lainnya. Apa bedanya? Terlalu rumit untuk dijelaskan dengan tulisan. Hehehe..
Kuliner? Rasanya sangat berbeda dengan jajanan di kota lain. HIK (Hidangan Istimewa Kampung, suatu hidangan kaki lima yang biasanya ditemui di sudut atau jalan kampung di Solo) selalu menjadi andalan pelajar, mahasiswa, pengunjung, dan masyarakat Kota Batik ini. HIK menjual nasi kucing, sate puyuh, tempe bacem, dll. Apalagi sebelum disantap, dibakar terlebih dahulu di atas arang tempat memanaskan teh ataupun minuman wedang lainnya, terasa 'ajib' kekhasan jajanan kampungnya.
Jangan lupa juga untuk menjajal pecel kota ini. Jika anda penasaran, penulis menyarankan untuk mencoba Pecel Bu Broto di Kampus UNS yang selalu habis pada siang hari. Atau nasi liwet dan ceker ayam. Sebagai informasi, biaya makan di kota ini sangat terjangkau dan lebih terjangkau lagi jika anda berbelanja atau jajan di daerah sekitar kampus UNS, TBS, atau ISI Solo. Murah dan banyak tontonan budaya gratis!
Tempat lain yang tak kalah menarik adalah Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Untuk menuju ke Kasunanan anda harus melewati alun-alun yang ramai penjual buku bekas, optik, batik yang bahkan akan lebih ramai lagi jika ada Sekaten. Jangan lupa pula dengan Pasar Klewer yang menjual batik dan aneka dodol/krasikan.
Kerbau putih? Sederhananya, mereka adalah pusaka penjelmaan Kyai Slamet yang diarak keluar setahun sekali dan bahkan kotorannya diperebutkan banyak orang. Penasaran kan?
Cobalah berjalan di Jalan Sudirman Solo yang menjadi lokasi berkumpulnya bangunan kolonial seperti BI, Gereja GPIB Penabur, bahkan Benteng Vastenburg yang terlupakan.
Olah raga? Libur atau tidak, pagi atau sore hari sempatkan untuk berjalan-jalan dengan keluarga atau kekasih di Stadion Manahan.
Tempat lain yang berkesan adalah Stasiun Solobalapan, Purwosari, dan Jebres. Entah kenapa stasiun-stasiun ini berkesan karena kebanyakan orang berpisah di stasiun kereta tsb. Bahkan ada kereta jurusan Solo-Wonogori PP yg masih melintas di tengah jalan protokol (semacam trem di negara-negara barat). Bahkan stasiun kereta ini dijadikan lagu yang menjadi hit oleh Didi Kempot masih saudara dengan Mamik Srimulat.
Pegunungan? Tidak perlu repot, ke arah timur kota ini dengan sekitar 2 jam perjalanan, anda akan sampai di suatu tempat bernama Tawangmangu di kaki Gunung Lawu.
Untuk transportasi anda bisa mencoba naik bis mini yang jalurnya melewati jalanan utama dan Solo.
Mau tontonan lagi? Silahkan dateng ke Sriwedari deh.
Menginap? Bacpacker kok repot. Coba aja hubungi Wisma Tamu atau Asrama UNS yang bisa memberikan kemurahan dalam menginap. Kalo pengen gratis, bisa menempati pondok kost saya yang tidak saya huni akhi-akhir ini namun masih saya pakai jika saya berkunjung ke Solo. 100% yourz !!
Merzi Boku Solo ! :)

0 komentar:

  © Blogger template por Emporium Digital 2008

Voltar para o TOPO